Mengawal Transisi

  • Judul : MENGAWAL TRANSISI
  • Penulis : Aan Ratmanto
  • Cetakan : April 2012
  • Ukuran : 14×21 cm
  • Tebal : viii + 156 hal
  • ISBN : 978-602-18098-0-8
Category:

Description

Beberapa hari sebelum persetujuan Roem-Royen ditandatangani, pada 1 Mei 1949, Presiden Soekarno yang sedang berada di Menumbing, melalui Surat Penetapan Presiden, memberikan kekuasaan penuh (plein pouvoir) kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku Menteri Negara dan Koordinator Keamanan. Beliau diberi tugas untuk menerima kembali kekuasaan sepenuhnya, baik sipil maupun militer atas Daerah Istimewa Yogyakarta dari tangan Belanda serta mengatur pengembalian pemerintah RI di Yogyakarta.11 Untuk menjalankan tugas tersebut, beliau diberi kuasa penuh untuk mempergunakan segala alat pemerintahan, seperti Tentara, Polisi Negara, Pamong Praja, dan pegawai-pegawai RI lainnya.

Dengan pemberian surat itu, maka Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjadi pucuk pimpinan tertinggi pemerintahan RI di Yogyakarta pada masa itu. Namun, dengan ditawannya sebagian besar pemimpin RI, kegiatan pemerintahan di Yogyakarta pasca Agresi Militer Belanda jilid II menjadi lumpuh. Republik di Yogyakarta hanya menyisakan beberapa figur pemimpin nasional, seperti Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Sri Pakualam VIII, Mr. Abdul Wahab Soerjadiningrat, Mr. Kusnan, Dr. Leimena, Ir. Laoh, Ir. Djuanda, Ki Hajar Dewantara, Roeslan Abdul Gani dan lain-lainnya. Tokoh-tokoh inilah yang membantu Sultan untuk melaksanakan roda pemerintahan RI pada masa transisi.

Sangat tepat sekali Presiden Soekarno menunjuk Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai penerima mandat untuk melaksanakan pemerintahan trransisi tersebut. Sebab figur Sultanlah yang paling cocok menerimanya. Di samping sebagai Sultan di negerinya sendiri, beliau juga merupakan Menteri Negara dan Koordinator Keamanan RI. Jadi Sultan dalam menjalankan roda pemerintahan tidak mengalami kesulitan yang berarti, baik itu menggerakan birokrasi maupun rakyat Yogyakarta yang pada umumnya setia dan patuh terhadapa beliau.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Mengawal Transisi”

Your email address will not be published. Required fields are marked *